Showing posts with label tahukah kamu. Show all posts
Showing posts with label tahukah kamu. Show all posts

Wednesday, March 30, 2011

Kenapa Kita Bisa Ikut Merasa Gatal Jika Melihat Orang Lain Garuk-garuk?





https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdvUJ0NsfdaaAhQc5BDhVHptBVN1ae3Py6IncjeObRx8vbVrxFQC7gAuf3XtiiFHAXZOyKV-CCMC4SL810ySX6YgA9vyWtvJZM7gj6NQsAwChk2rZYjiSj-q-CKKakU0nOKw7txEdeqjY/s1600/gatal.jpg


Bukan hanya batuk yang bisa menular, gatal-gatal di kulit bisa juga menjangkiti orang di sekitar penderitanya. Bukan karena ada kutu yang meloncat dari satu orang ke orang lain, melainkan karena gatal bisa dipicu oleh rangsang visual.
Bukan hanya batuk yang bisa menular, gatal-gatal di kulit bisa juga menjangkiti orang di sekitar penderitanya. Bukan karena ada kutu yang meloncat dari satu orang ke orang lain, melainkan karena gatal bisa dipicu oleh rangsang visual.



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdvUJ0NsfdaaAhQc5BDhVHptBVN1ae3Py6IncjeObRx8vbVrxFQC7gAuf3XtiiFHAXZOyKV-CCMC4SL810ySX6YgA9vyWtvJZM7gj6NQsAwChk2rZYjiSj-q-CKKakU0nOKw7txEdeqjY/s1600/gatal.jpg


Selama ini, gatal akibat reaksi alergi dianggap tidak mungkin menular karena berkaitan dengan reaksi hipersensitivitas yang berbeda tiap individu. Lain halnya jika gatal dipicu oleh jamur atau kutu, yang memang bisa menular melalui kontak langsung.



Namun sebuah penelitian yang dilakukan para ahli dari Wake Forest University di North Carolina membuktikan, gatal karena alergi juga bisa menular. Karenanya seringkali ada fenomena jika satu orang garuk-garuk, maka orang lain dalam satu ruangan ikut merasakan gatalnya.



"Ada mekanisme di otak tengah yang memicu gatal meski tidak ada rangsang gatal yang sebenarnya, tapi hanya penafsiran otak berdasarkan rangsang visual," ungkap Dr Gil Yosipovitch yang memimpin penelitian itu seperti dikutip dari Telegraph.



Dalam percobaannya, Dr Gil meminta 25 orang relawan untuk melihat serangkaian video yang masing-masing berdurasi 5 menit. Video itu menampilkan adegan orang-orang yang sedang terserang gatal-gatal kemudian menggaruk-garuk permukaan kulitnya.



Hasilnya, relawan yang sesaat kemudian terserang gatal-gatal jumlahnya 2 kali lebih banyak dibandingkan kelompok relawan yang tidak menonton video. Hal ini menunjukkan bahwa rangsang visual dalam video yang menampilkan orang gatal-gatal juga memicu reaksi gatal pada yang menonton.



Bahkan ketika benar-benar diberi rangsang gatal, reaksinya lebih kuat jika relawan menonton video orang gatal-gatal. Dr Gil mengoleskan larutan histamin, semacam pemicu alergi ke kulit relawan, namun ternyata rasa gatal dirasakan juga di bagian lain yang tidak diolesi histamin.

Mengenal Jenis-Jenis Penangkap Ikan, Khas Dari Indonesia







Pukat udang atau biasa juga disebut pukat harimau adalah jaring yang berbentuk kantong yang ditarik oleh satu atau dua kapal, bisa melalui samping atau belakang. Alat ini merupakan alat yang efektif namun tidak selektif sehingga dapat merusak semua yang dilewatinya.
1. Pukat Udang





Pukat udang atau biasa juga disebut pukat harimau adalah jaring yang berbentuk kantong yang ditarik oleh satu atau dua kapal, bisa melalui samping atau belakang. Alat ini merupakan alat yang efektif namun tidak selektif sehingga dapat merusak semua yang dilewatinya.



Oleh karena itu kecenderungan alat tangkap ini dapat menjurus ke alat tangkap yang destruktif. Aturan-aturan yang diberlakukan pada pengoperasian alat ini relatif sudah memadai, namun pada prakteknya sering kali dijumpai penyimpangan-penyimpangan yang pada akhirnya dapat merugikan semua pihak.



Tujuan utama pukat udang adalah untuk menangkap udang dan juga ikan perairan dasar (demersal fish).







2. Pukat Kantong





Pukat kantong adalah jenis jaring penangkap ikan berbentuk kerucut yang terdiri dari kantong (bag), badan (body), dua lembar sayap (wing) yang dipasang pada kedua sisi mulut jaring, dan tali penarik (warp).



Alat ini tergolong tradisional, tidak merusak lingkungan, dan ukurannya relatif kecil. Pukat kantong terdiri atas payang, dogol, dan pukat pantai.







3. Pukat Cincin (purse seine)





Pukat cincin adalah jaring yang berbentuk empat persegi panjang, dilengkapi tali kerut yang bercincin yang diikatkan pada bagian bawah jaring sehingga membentuk kerut dan seperti mangkuk.



Alat penangkap ini ditujukan untuk menangkap gerombolan ikan permukaan (pelagic fish). Alat tangkap ini tergolong efektif terhadap target spesies dan kecenderungan tidak destruktif.







4. Jaring Insang



[New+Picture+(9).bmp]


Jaring insang adalah jaring berbentuk empat persegi panjang, mata jaring berukuran sama dilengkapi dengan pelampung pada bagian atas dan pemberat pada bagian bawah jaring.



Dioperasikan dengan tujuan menghadang gerombolan ikan oleh nelayan secara pasif dengan ukuran mesh size. Alat penangkap ini terdiri dari tingting (piece) dengan ukuran mata jaring, panjang, dan lebar yang bervariasi.



Dalam operasi biasanya terdiri dari beberapa tinting jaring yang digabung menjadi satu unit jaring yang panjang, dioperasikan dengan dihanyutkan, dipasang secara menetap pada suatu perairan dengan cara dilingkarkan atau menyapu dasar perairan.



Contohnya jaring insang hanyut (drift gillnet), jaring insang tetap (set gillnet), jaring insang lingkar (encircling gillnet), jaring insang klitik (shrimp gillnet), dan trammel net.







5. Jaring Angkat





Jaring angkat adalah suatu alat pengkapan yang cara pengoperasiannya dilakukan dengan menurunkan dan mengangkatnya secara vertikal.



Alat ini terbuat dari nilon yang menyerupai kelambu, ukuran mata jaringnya relatif kecil yaitu 0,5 cm. Bentuk alat ini menyerupai kotak, dalam pengoperasiannya dapat menggunakan lampu atau umpan sebagai daya tarik ikan.



Jaring ini dioperasikan dari perahu, rakit, bangunan tetap atau dengan tangan manusia. Alat tangkap ini memiliki ukuran mesh size yang sangat kecil dan efektif untuk menangkap jenis ikan pelagis kecil.



Kecenderungan jaring angkat bersifat destruktif dan tidak selektif. Contoh jaring angkat adalah bagan perahu atau rakit (boat / raft lift net), bagan tancap (bamboo platform lift net), dan serok (scoop net).







6. Mata Pancing





Pancing adalah salah satu alat penangkap yang terdiri dari dua komponen utama, yaitu : tali (line) dan mata pancing (hook). Jumlah mata pancing berbeda-beda, yaitu mata pancing tunggal, ganda, bahkan sampai ribuan.



Prinsip alat tangkap ini merangsang ikan dengan umpan alam atau buatan yang dikaitkan pada mata pancingnya.



Alat ini pada dasarnya terdiri dari dua komponen utama yaitu tali dan mata pancing. Namun, sesuai dengan jenisnya dapat dilengkapi pula komponen lain seperti : tangkai (pole), pemberat (sinker), pelampung (float), dan kili-kili (swivel).



Cara pengoperasiannya bisa di pasang menetap pada suatu perairan, ditarik dari belakang perahu/kapal yang sedang dalam keadaan berjalan, dihanyutkan, maupun langsung diulur dengan tangan.



Alat ini cenderung tidak destruktif dan sangat selektif. Pancing dibedakan atas rawai tuna, rawai hanyut, rawai tetap, pancing tonda, dan lain-lain.







7. Bubu





Bubu adalah salah satu alat penangkap yang bersifat statis, umumnya berbentuk kurungan, berupa jebakan dimana ikan akan mudah masuk tanpa adanya paksaan dan sulit keluar karena dihalangi dengan berbagai cara.



Bahan yang digunakan untuk membuat perangkap : bambu, rotan, kawat, jaring, tanah liat, plastik, dan sebagainya. Pengoperasiannya di dasar perairan, di permukaan perairan, di sungai daerah arus kuat, dan di daerah pasang surut.



Alat ini cenderung selektif, karena ikan terperangkap di dalamnya. Meskipun cenderung tidak destruktif, namun untuk jermal (stow net) maka pengaturan mesh size jaringannya dan juga lokasi pemasangannya harus sesuai.



Contoh perangkap adalah sero (guiding barrier), jermal (stow net), bubu (portable trap) dan perangkap lain.







8. Pengumpul kerang dan rumput laut



Jenis Rake (alat penangkap pengumpul kerang/rumput laut)


Alat pengumpul kerang dan rumput laut pada umumnya di desain dengan pengoperasian yang sederhana dan pengusahaannya dilakukan dengan skala yang kecil. Alat ini selektif dan tidak destruktif, karena ditujukan untuk menangkap target seperti kerang-kerangan.



Contoh pengumpul kerang adalah garuk (rake), cengkeraman, dan ladung kima. Sedangkan, contoh pengumpul rumput laut berupa alat sederhana berbentuk galah yang ujungnya bercabang. Akan tetapi, alat ini merusak habitat lingkungan perairan kalau tidak dilakukan sesuai prosedur.







9. Pukat Ikan Karang (muro-ami)





Pukat ikan karang (muro-ami) adalah suatu alat penangkapan yang dibuat dari jaring, yang terdiri dari sayap dan kantong yang dalam pengoperasiannya dilakukan penggiringan ikan-ikan yang akan ditangkap agar masuk ke bagian kantong yang telah dipasang terlebih dahulu.



Alat ini cenderung tidak destruktif dan tidak merusak ekosistem, karena metode pengoperasiannya yang tidak sampai merusak karang.



Penggunaan alat ini dilakukan oleh beberapa nelayan dengan berenang, mengejutkan ikan-ikan karang sambil membawa alat penggiring. Dinamakan pukat ikan karang karena tujuan utamanya adalah menangkap jenis-jenis ikan karang.







10. Tombak





Terdiri dari batang (kayu, bambu) dengan ujungnya berkait balik (mata tombak) dan tali penarik yang diikatkan pada mata tombak. Tali penariknya dipegang oleh nelayan kemudian setelah tombak mengenai sasaran tali tersebut ditarik untuk mengambil hasil tangkapan.



Senapan adalah alat penangkap yang terdiri dari anak panah dan tangkai senapan. Penangkapan dengan senapan umumnya dilakukan dengan cara melakukan penyelaman pada perairan karang. Untuk penangkapan dengan panah biasa, umumnya dilakukan dekat pantai atau perairan dangkal.



[New+Picture+(12).bmp]


Harpun Tangan adalah alat penangkap yang terdiri dari tombak dan tali panjang yang diikatkan pada mata tombak. Harpun tangan ini ditujukan untuk menangkap paus, dimana tombak langsung dilemparkan dengan tangan kearah sasaran (paus) dari atas perahu.



Kecenderungan alat tangkap yang relatif sederhana ini tidak destruktif dan sangat selektif, karena ditujukan untuk menangkap suatu spesies. Tetapi alat ini dapat merusak habitat bila disalahgunakan.

Perilaku Hewan-Hewan yang Dipercaya Dapat Memberikan Tanda Perubahan Cuaca dan Bencana





http://www.uphaa.com/uploads/171/animals-predict-weather-3.jpg


Ada hewan-hewan yang lebih pandai meramalkan cuaca daripada manusia. Hal ini dibuktikan secara ilmiah. Berikut ini beberapa pengamatan mengenai perilaku binatang kalau hujan akan turun.
Ada hewan-hewan yang lebih pandai meramalkan cuaca daripada manusia. Hal ini dibuktikan secara ilmiah. Berikut ini beberapa pengamatan mengenai perilaku binatang kalau hujan akan turun.



http://www.uphaa.com/uploads/171/animals-predict-weather-3.jpg
  1. Kalau unggas merentangkan sayapnya

  2. Kalau burung-burung bangau tampak di utara pada musim semi, maka kesokan harinya hujan turun. (Jerman, Italia, negara-negara Arab).

  3. Kalau itik-itik mengibas dulu sebelum terbang. (Inggris, Iran).

  4. Kalau ayam betina berdiri dengan sebelah kaki sambil kepalanya disembunyikan di bawah sayap. (Iran).

  5. Kalau seekor gagak mandi, hujan akan turun sebelum matahari terbenam. (Negara-negara berbahasa Spanyol).

  6. Kalau burung layang-layang terbang tinggi, cuaca akan baik tapi kalau mereka terbang rendah, hujan akan segera turun. (Spanyol, Perancis).

  7. Kalau seekor angsa di halaman tempat binatang, berjalan dari selatan ke utara. (Iran).

  8. Kalau semut-semut mengumpulkan telur mereka dan mulai memanjat tumpukan tanah tempat mereka tinggal. (india, Jepan).

  9. Kalau laba-laba turun ke bagian bawah sarangnya. (Perancis, Spanyol).

  10. Kalau tampak gerombolan-gerombolan nyamuk terbang seperti awan. (RRC).

  11. Kalau ular-ular rumput berdesis. (Spanyol, Perancis).

  12. Kalau seekor kuda menelentang untuk menggaruk-garukkan punggungnya ke tanah. (Norwegia, Swiss).



Kalau hewan-hewan tertentu sekonyong-konyong berlaku aneh, artinya akan segera terjadi gempa bumi atau bencana lain. Contohnya:

  1. Kalau tikus tanah memperdalam lubang-lubang mereka di tepi sungai, artinya akan datang banjir. (Angola).

  2. Kalau ikan-ikan berkumpul di tengah kolam, artinya akan ada gempa bumi. (Jepang)

5 Keuntungan Memiliki Hewan Peliharaan

Banyak cara untuk hidup lebih sehat. Salah satunya adalah dengan memiliki hewan peliharaan. Dengan merawat binatang, kehidupan Anda bisa lebih berkualitas, bukan hanya dalam hal kesehatan fisik tetapi juga psikis.



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzv08oYzQbumba1tM9HXUZv8-ixh7dpKreE9njsvzJyD-zu0ioZwK44pmj94zUakKWYAHKutyv5zfqKU1UmHl4aQDVdprCbhRG8J3rU1d-GgsbsOXIyQvB4ZpUcMa5dMHL1OYgIyqBaNM/s1600/pets.jpg


Jika Anda belum pernah memiliki binatang peliharaan, tidak ada salahnya untuk mencoba. Seperti dilansir dari Woman's Day, ada lima manfaat bisa Anda dapatkan.



1. Mengurangi stres



Penelitian yang dilakukan tim dari State University of New York, menemukan bahwa ketika seseorang melakukan pekerjaan yang penuh tekanan, kadar stresnya berkurang saat ditemani hewan peliharaannya. Hal ini jika dibandingkan ditemani dengan pasangan, teman dekat, atau anggota keluarga lain.





2. Menurunkan tekanan darah



Memiliki hewan peliharaan juga berpotensi untuk menurunkan tekanan darah, terutama pada pasien hipertensi. Hal itu menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Amerika Serikat.



"Jika ada hewan peliharaan di sekitar Anda, tekanan darah bisa menurun," kata Marty Becker, penulis buku "Your Dog: The Owner’s Manual".





3. Mengurangi rasa sakit



Percaya atau tidak, binatang adalah obat pereda rasa sakit terbaik. Terutama bagi orang yang mengalami migrain atau nyeri otot kronis. “Seperti Valium, memiliki hewan peliharaan bisa mengurangi kecemasan. Kegelisahan berkurang berarti rasa nyeri berkurang," kata Becker.





4. Menurunkan kolesterol



Menurut CDC, memiliki hewan peliharaan, membuat jantung lebih sehat karena bisa menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Diketahui bahwa pria yang memiliki hewan peliharaan, level trigliserida (lemak) dan kolesterolnya lebih rendah dibandingkan pria yang tidak memiliki hewan peliharaan.





5. Mencegah stroke



“Jika Anda memiliki kucing, risiko serangan jantung berkurang hingga 30 persen. Lalu risiko stroke bisa berkurang hingga 40 persen," kata Dr. Becker. Bukan hanya itu, hewan peliharaan juga bisa membantu pemulihan pasien yang terkena serangan jantung.



Menurut Becker, jika seseorang pernah mengalami serangan jantung dan memiliki hewan peliharaan, kemungkinan hidupnya delapan kali lebih besar

Mengapa angka 4 pada jam ditulis dengan IIII, bukan IV



taukah kalian mengapa angka 4 pada jam dengan numerasi romawi ditulis dengan IIII dan bukan IV..??



gambar jam numerasi romawi:















inilah jawabannya....



#sejarah#

pada awalnya, dalam kebudayaan romawi angka 4 lazim ditulis dengan IIII dan bukan IV, karena IV merupakan simbol dari Dewa Jupiter, atau sering ditulis IVPPITER, IV adalah huruf awal dari nama dewa jupiter. penggunaan angka IV baru lazim dijumpai pada era modern.



#alasan mengapa angka 4 pada jam dengan numerasi romawi ditulis dengan IIII, bukan IV#
  1. raja prancis, Louis XIV, memerintahkan penggunaan IIII dan bukan IV pada jam, dan kebiasaan ini berlaku sampai sekarang.

  2. penggunaan numerasi romawi standard IV sebagai angka 4, berpotensi membingungkan bagi anak-anak dan orang yang tidak terbiasa melihat jam, apalagi dalam posisi terbalik angka IV nyaris serupa dengan VI. itulah mengapa digunakan IIII karena tidak mirip dengan VI.

  3. angka IIII dirasa lebih simetris untuk mengimbangi angka VIII (angka disebrang angka IIII).

  4. dengan menggunakan IIII pada jam, maka akan dijumpai duapuluh I, empat V, dan empat X, sehingga sang pembuat jam hanya cukup membuat 1 pola cetakan angka, yaitu VIIIIIX, yang kemudian dicetak 4 kali, untuk selanjutnya dipisah2 sesuai kebutuhan;
    V IIII IX

    VI II IIX (IIX nanti dibalik sehingga menjadi XII)

    VII III X

    VIII I IX (IX nanti dibalik sehingga menjadi XI)



    laen cerita kalo pake IV, sang pembuat jam bakalan butuh ekstra V.

  5. penggunaan IIII akan menciptakan simetris radial pada jam, sehingga simbol I hanya akan dijumpai pada pertiga awal (I, II, III, IIII), simbol V akan dijumpai pada pertiga tengah (V, VI, VII, VIII), dan simbol X akan dijumpai pada pertiga akhir (IX, X, XI, XII)



begitulah , sebenernya masi banyak lagi alasan2 laen, tapi akan terlalu panjang kalo diurai di sini....

jadi sama sekali tidak ada alasan mistisme dalam angka IIII....